Nusantaratv.com-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat adanya perbaikan biaya dana cost of fund pada triwulan I 2026 menjadi 2,3 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 3 persen.
Pencapaian ini didorong oleh dominasi dana murah current account saving account/CASA.
“Ini menunjukkan efektivitas strategi BRI dalam memperkuat CASA dan mengelola struktur pendanaan yang lebih efisien, sehingga memberikan ruang yang lebih baik bagi margin ke depan,” kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin 04 Mei 2026.
Hingga akhir Maret 2026, BRI berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) dengan pertumbuhan 9,4 persen secara tahunan year on year/yoy hingga mencapai Rp1.555 triliun.
Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) yang naik 13,2 persen (yoy) menjadi Rp1.058,6 triliun.
Hery menjelaskan bahwa komponen giro dan tabungan juga mengalami pertumbuhan signifikan, masing-masing meningkat sebesar 15,6 persen (yoy) dan 11,5 persen (yoy).
“Angka tersebut juga menandai tonggak penting bagi BRI, di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah, pencapaian tabungan BRI berhasil menembus level Rp600 triliun, atau tepatnya mencapai Rp605,8 triliun,” ujar dia.
Lebih lanjut, kenaikan CASA turut mendorong rasio CASA BRI menjadi 68,07 persen, meningkat dari 65,77 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini sejalan dengan tingginya aktivitas transaksi melalui berbagai kanal digital seperti BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI.
Perusahaan menyampaikan bahwa penguatan struktur pendanaan tersebut berkontribusi positif terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan.
Hingga triwulan I 2026, total aset BRI tumbuh 7,2 persen (yoy) menjadi Rp2.250 triliun, didukung oleh peningkatan kredit dan pembiayaan sebesar 13,7 persen (yoy) menjadi Rp1.562 triliun.
Dengan kondisi fundamental yang kuat serta efisiensi biaya dana yang terus terjaga, BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau meningkat 13,7 persen (yoy).
“Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengelolaan biaya dana yang semakin efisien,” kata Hery, dikutip dari Antara.
Ia juga menambahkan bahwa di satu sisi, pertumbuhan kredit yang tetap solid memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan bunga.
Sementara di sisi lain, perbaikan struktur pendanaan, khususnya melalui peningkatan CASA, turut menekan biaya dana.
“Secara keseluruhan, BRI tidak hanya tumbuh, namun juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan,” tutup Hery.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh