Cek Fakta: Klaim Prabowo Sebut Iran “Keras Kepala tapi Lemah” adalah Hoaks

Cek Fakta: Klaim Prabowo Sebut Iran “Keras Kepala tapi Lemah” adalah Hoaks

Nusantaratv.com - 21 April 2026

Arsip - Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Antara)
Arsip - Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Sebuah unggahan di Facebook mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto menyebut Iran sebagai negara “keras kepala tetapi lemah” serta tidak sebanding dengan Israel.

Dilansir dari Antara, unggahan tersebut menampilkan narasi yang seolah-olah merupakan kutipan langsung dari pernyataan Prabowo terkait konflik Iran dan Israel.

Narasi yang beredar berbunyi:

Unggahan yang menarasikan Prabowo sebut Iran keras kepala tetapi lemah, tidak setara Israel. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. (Facebook) (Antara)

“PRABOWO SAMPAIKAN: IRAN ITU KERAS KEPALA TAPI LEMAH, SOMBONG TAPI TIDAK KEKUATAN SETARA ISRAEL”

Namun, setelah ditelusuri, tidak ditemukan bukti valid yang mendukung klaim tersebut. Tidak ada pernyataan resmi, rekaman pidato, maupun laporan dari media kredibel yang menunjukkan bahwa Prabowo pernah mengucapkan kalimat seperti yang beredar di media sosial.

Faktanya, konten tersebut diduga merupakan potongan pernyataan yang disalahartikan dari konteks berbeda. Dalam sebuah video di YouTube, Prabowo diketahui sedang menanggapi kritik yang menyebut dirinya keras kepala, bukan membahas Iran maupun perbandingan dengan Israel.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo Subianto mengatakan Iran “keras kepala tetapi lemah dan tidak setara dengan Israel” dapat dipastikan tidak benar.

Rating: Hoaks

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close