Dari Posko Pengungsian Sipirok, Menteri PPPA Bawa Harapan untuk Anak Korban Bencana

Dari Posko Pengungsian Sipirok, Menteri PPPA Bawa Harapan untuk Anak Korban Bencana

Nusantaratv.com - 04 Januari 2026

Menteri PPPA Arifah Fauzi turun langsung ke Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. (Foto: Dok/Nusantara TV)
Menteri PPPA Arifah Fauzi turun langsung ke Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. (Foto: Dok/Nusantara TV)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Di tengah keterbatasan hidup di pengungsian pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, secercah harapan hadir bagi anak-anak korban bencana di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi turun langsung ke posko pengungsian di Dusun Pengkolan, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Minggu, 4 Januari 2026, untuk memberikan pendampingan psikososial sekaligus dukungan moril bagi perempuan dan anak-anak terdampak.

Jurnalis Nusantara TV Emir Hamzah dan Indarmawan Hadede berkesempatan mengikuti kegiatan Menteri PPPA di Langkat dan Tapanuli Selatan.

Kehadiran Menteri PPPA di posko pengungsian disambut antusias oleh anak-anak yang telah lebih dari sebulan meninggalkan rumah mereka sejak bencana terjadi pada 25 November 2025. 

Di hadapan para pengungsi, Arifah Fauzi menegaskan pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan mental dan emosional, terutama bagi anak-anak.

Melalui berbagai aktivitas pendampingan psikososial, anak-anak diajak bernyanyi, bermain, dan berinteraksi agar kembali merasakan suasana aman dan ceria. 

Menteri PPPA menilai kegiatan tersebut penting untuk membantu anak-anak bangkit dari trauma sekaligus menumbuhkan kembali semangat mereka menjelang dimulainya aktivitas sekolah pada 5 Januari 2026.

Selain memberikan pendampingan psikososial, Kementerian PPPA bersama pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak pengungsi. 

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk kembali belajar meski masih berada dalam situasi darurat.

Data di posko pengungsian Dusun Pengkolan mencatat sebanyak 115 kepala keluarga atau 369 jiwa masih mengungsi, dengan total 119 anak dari berbagai jenjang usia, mulai dari balita hingga mahasiswa. 

Di lokasi yang sama juga terdapat enam ibu hamil dan kelompok lansia yang membutuhkan perhatian khusus.

Menteri PPPA menegaskan, anak-anak adalah kelompok yang paling terdampak secara psikologis dalam situasi bencana. 

Oleh karena itu, negara harus hadir untuk memastikan hak-hak mereka tetap terlindungi, termasuk hak atas rasa aman, pendidikan, dan tumbuh kembang yang layak meski berada di pengungsian.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatra Utara Dwi Endah Purwanti, Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB Nelwan Harahap, unsur Forkopimda, serta perwakilan organisasi perempuan.

Dari posko pengungsian Sipirok, kehadiran Menteri PPPA membawa pesan kuat dimana negara tidak meninggalkan anak-anak korban bencana. Di tengah keterbatasan dan trauma, harapan terus ditanamkan agar mereka tetap berani bermimpi dan menatap masa depan dengan optimisme.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close