Ekonomi RI Mandek, Salah Jokowi? Musni Umar: Berhentilah Jokowi untuk Menggulingkan Prabowo

Ekonomi RI Mandek, Salah Jokowi? Musni Umar: Berhentilah Jokowi untuk Menggulingkan Prabowo

Nusantaratv.com - 10 September 2026

Sosiolog Musni Umar dalam program Suara Nusantara
Sosiolog Musni Umar dalam program Suara Nusantara

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Sosiolog dan pengamat politik Musni Umar menyoroti dinamika politik nasional yang dinilai berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan iklim investasi di Indonesia. Ia menilai bahwa gangguan politik terhadap kepemimpinan nasional dapat memicu kegelisahan publik dan menghentikan arus modal asing ke tanah air. 

Tampil dalam program diskusi Nusantara TV, Rabu (9/9) malam, Musni Umar secara terbuka mengungkapkan adanya indikasi pergerakan politik dari pihak mantan penguasa yang berpotensi menggoyahkan pemerintahan saat ini. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penentu yang memengaruhi persepsi investor.

Musni menegaskan bahwa ketidakpastian politik akan membuat para investor berpikir ulang untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Kalau keadaan seperti begini, mana ada orang investasi? Enggak ada investasi, Pak. Rakyat gelisah, rakyat akhirnya tidak percaya pada pemerintah," ujar Musni.

Ia membeberkan adanya upaya sistematis yang bertujuan untuk melengserkan Presiden Prabowo Subianto di tengah jalan.

"Tahu enggak Pak, sudah dua kali, tahun lalu dan tahun sekarang itu upaya untuk menggusur beliau. Saya katakan sama Dasco, ini pemanasan untuk melengserkan Prabowo," ungkap Musni.

Lebih jauh, Musni secara gamblang menyebutkan bahwa mantan penguasa merasa tidak sabar untuk kembali mengambil alih tampuk kekuasaan nasional. Hal itu mendorongnya untuk menyampaikan seruan tegas agar manuver politik tersebut segera dihentikan demi keselamatan bangsa.

"Saya dapat informasi memang bekas penguasa itu ingin katanya tidak sabaran ingin mengambil alih kekuasaan," tutur Musni.

Ia menambahkan imbauan langsungnya: "Berhentilah Jokowi untuk menggulingkan Prabowo itu sendiri, ini iya saya ngomong ini realitas Pak, data informasi yang saya peroleh," tegasnya.

Selain persoalan ketegangan politik, Musni Umar juga menelaah akar masalah mandeknya pertumbuhan ekonomi nasional dari sudut pandang kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan sektor pendidikan. Ia menilai Indonesia tidak akan mampu melakukan lompatan ekonomi jika anggaran pendidikan masih sangat minim.

Musni memaparkan fakta prihatin mengenai tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang saat ini masih sangat rendah secara rata-rata.

"Dengan tingkat pendidikan masyarakat kita itu hanya rata-rata 9 tahun, artinya hanya tamat SMP, itulah yang kita fokuskan untuk mengatasi masalah bangsa ini," jelas Musni

Ia membandingkan alokasi anggaran pendidikan Indonesia dengan negara tetangga seperti Malaysia yang berani menggelontorkan dana besar untuk SDM. Hasilnya, Malaysia mampu menguasai teknologi informasi serta perkembangan Artificial Intelligence (AI) secara masif. 

Di dalam negeri, Musni menyoroti mahalnya biaya perguruan tinggi negeri yang kini harus ditanggung sendiri oleh masyarakat. 

Kondisi tersebut terjadi akibat porsi pendanaan dari pemerintah ke kampus-kampus negeri yang dinilainya sangat minim.

Mengakhiri pernyataannya, Musni menegaskan bahwa pandangan kritisnya bersumber dari rasa cinta tanah air dan harapan agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan lancar hingga akhir masa jabatan.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close