Ferry Juliantono Jadikan Koperasi Pesantren Motor Baru Sektor Riil Ekonomi Syariah

Ferry Juliantono Jadikan Koperasi Pesantren Motor Baru Sektor Riil Ekonomi Syariah

Nusantaratv.com - 04 Maret 2026

Menkop Ferry Juliantono Bersama Preskom NT Corp Nurdin Tampubolon (NTV)
Menkop Ferry Juliantono Bersama Preskom NT Corp Nurdin Tampubolon (NTV)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan koperasi pondok pesantren akan menjadi penggerak utama sektor riil dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Hal itu ia sampaikan dalam Nusantara Sharia Economic Forum di Nusantara Studio, Rabu (4/3/2026).

Menurut Ferry, selama hampir 25 tahun terakhir ekonomi syariah Indonesia berkembang pesat di sektor industri halal dan keuangan. Namun ke depan, fokus harus diperluas ke sektor riil yang berbasis produksi dan distribusi barang.

“Perkembangan koperasi pondok pesantren sangat besar dan bisa menjadi prototipe pengembangan sektor riil ekonomi syariah,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah koperasi pesantren yang telah berkembang signifikan. Di Lamongan, Koperasi Pondok Pesantren Sunan Drajat telah memiliki unit pabrik dan kawasan industri. Di Jawa Timur, jaringan ritel Basmala milik koperasi pesantren juga terus meluas. Sementara di Probolinggo, Koperasi Pondok Pesantren Nurul Jadid memiliki pusat distribusi hampir tiga hektare yang menyuplai berbagai kebutuhan ke jaringan koperasi.

Di Jawa Barat, koperasi pesantren Al-Ittifaq berhasil menembus pasar modern melalui produk hortikultura seperti buah dan sayur. Ferry menyebut, model seperti ini membuktikan pesantren mampu masuk ke rantai pasok yang lebih luas.

Ia menegaskan, penguatan koperasi pesantren akan terintegrasi dengan program Koperasi Desa Merah Putih. Dalam skema ini, koperasi desa menjadi ujung tombak ritel di tingkat lokal, sementara koperasi pesantren dapat berperan sebagai pusat produksi dan distribusi.

Ferry juga menyoroti pentingnya regulasi agar tidak terjadi monopoli ritel modern di desa. Menurutnya, jika koperasi desa menjadi pelaku utama, maka keuntungan usaha akan kembali ke masyarakat.

Selain memperkuat distribusi, Kementerian Koperasi mendorong lahirnya lebih banyak produk UMKM berbasis halal, mulai dari makanan hingga kebutuhan rumah tangga. Pembiayaan bisa didukung melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) maupun lembaga keuangan syariah.

“Yang kurang sekarang bukan nasabah bank syariah, tetapi debiturnya. Kita perlu lebih banyak pelaku usaha yang memproduksi barang,” katanya.

Ferry optimistis, jika kapasitas produksi meningkat, produk koperasi pesantren tidak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga berpotensi ekspor, termasuk ke Timur Tengah.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia dinilai memiliki peluang besar membangun ekosistem ekonomi syariah terintegrasi. Ferry menegaskan koperasi pesantren dapat menjadi fondasi sektor riil ekonomi syariah untuk 25 tahun ke depan sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close