Nusantaratv.com - Sejak berdiri pada 1969, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) konsisten membangun dan memperkuat industri otomotif nasional bersama para anggotanya dengan dukungan penuh Pemerintah Indonesia.
Kini, Gaikindo menegaskan optimisme industri otomotif dalam negeri mampu memenuhi seluruh kebutuhan kendaraan pick-up nasional.
Selama puluhan tahun, industri otomotif Indonesia terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam pengembangan kendaraan roda empat dan kendaraan komersial seperti pick-up.
Berbekal pemahaman mendalam terhadap karakteristik pasar domestik, industri nasional berhasil mengembangkan platform kendaraan komersial pick-up yang kemudian berevolusi menjadi kendaraan penumpang multi-guna (MPV).
Awalnya, konversi kendaraan pick-up menjadi MPV dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan karoseri (body builder).
Namun seiring waktu, pengembangan tersebut dilakukan langsung oleh pabrikan hingga kini banyak model MPV diproduksi secara fully manufactured di Indonesia.
Tak heran jika MPV menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia bahkan pasar Asia Tenggara.
Pendekatan dan riset yang sama kini difokuskan untuk pengembangan kendaraan komersial pick-up guna mendukung berbagai sektor usaha di dalam negeri, mulai dari UMKM hingga industri besar.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty, menegaskan industri otomotif nasional memiliki kemampuan teknis, kapasitas produksi, serta pengalaman untuk memenuhi seluruh kebutuhan kendaraan komersial dalam negeri.
"Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha yang ada didalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai. Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial didalam negeri," ujar Anton.
Saat ini, Gaikindo memiliki 61 perusahaan anggota. Khusus untuk produksi kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up, beberapa perusahaan yang terlibat antara lain:
- PT Suzuki Indomobil Motor
- PT Isuzu Astra Motor Indonesia
- PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor
- PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors)
- PT Sokonindo Automobile (DFSK)
- PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)
- PT Astra Daihatsu Motor
Secara total, kapasitas produksi kendaraan pick-up nasional mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun. Angka tersebut diyakini cukup untuk memenuhi permintaan pasar domestik tanpa perlu bergantung pada impor.
Gaikindo menilai, apabila seluruh kebutuhan kendaraan komersial dalam negeri dipenuhi oleh produksi nasional, dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian.
Bukan hanya bagi anggota Gaikindo, tetapi juga seluruh ekosistem industri otomotif dari hulu hingga hilir.
Satu unit mobil terdiri dari lebih dari 20.000 komponen dengan berbagai bahan baku seperti baja, kaca, karet, plastik, hingga fabrik.
Komponen-komponen tersebut diproduksi dan dirakit oleh ribuan perusahaan manufaktur dalam negeri, termasuk Industri Kecil dan Menengah (IKM), yang melibatkan jutaan tenaga kerja.
Bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM), Gaikindo mendorong pemerintah untuk memberikan kesempatan maksimal kepada industri dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan kendaraan komersial nasional.
Langkah ini dinilai penting untuk mengoptimalkan kapasitas produksi yang tersedia sekaligus menjaga keberlanjutan sekitar 1,5 juta tenaga kerja yang terlibat dalam rantai industri otomotif Indonesia.
Dengan pengalaman, kapasitas besar, serta dukungan ekosistem industri yang kuat, Gaikindo optimistis industri otomotif Indonesia siap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, khususnya dalam memenuhi kebutuhan kendaraan pick-up nasional.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh