Nusantaratv.com - Wakil Presiden (Wapres) RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menyatakan langkah terkait BOP perlu dilihat dari dampaknya terhadap upaya menciptakan perdamaian, khususnya bagi Palestina.
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan usai menghadiri diskusi tokoh lintas generasi di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Kalla, dukungan terhadap BOP seharusnya diukur dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu mendorong terciptanya perdamaian, termasuk melalui pengakuan terhadap negara Palestina.
"Ya kita lihat dulu apa yang dilakukan beberapa bulan akan datang. Kalau BOP itu bisa membuat kedamaian di Palestina, contohnya, oke kita dukung," kata Kalla.
Dia menambahkan, terdapat sejumlah negara Islam yang pada prinsipnya memiliki keinginan untuk mendukung upaya perdamaian tersebut.
Baca Juga: Soal Rencana Prabowo Mediasi Iran-AS, Jusuf Kalla: Niat Baik, Tapi Situasi Jauh Lebih Besar
Namun, menurutnya, dinamika politik internasional, termasuk hak veto dari Amerika Serikat, kerap menjadi kendala dalam proses tersebut.
Kalla juga mengingatkan agar dukungan terhadap kebijakan internasional tidak sekadar menjadi simbolis, melainkan benar-benar berorientasi pada penyelesaian konflik dan terciptanya perdamaian yang nyata.
"Jangan hanya menjadi lambang atau pengikut saja. Kita lihat buktinya seperti ini, bicara kedamaian yang tidak diperangi," ujarnya.
Lebih lanjut, dia menilai salah satu ujian penting dalam proses perdamaian adalah adanya pengakuan terhadap negara Palestina sebagai bagian dari solusi dua negara.
"Cara mendamaikannya adalah dengan memberikan pengakuan kepada Palestina. Kalau tidak, hanya mendukung Israel, buat apa," tukas Kalla.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh