Kemendes PDT Ajak ADB Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Desa

Kemendes PDT Ajak ADB Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Desa

Nusantaratv.com - 07 Mei 2026

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dan Wakil Menteri Desa (Wamendes) PDT Ahmad Riza Patria menerima audiensi dari ADB Indonesia Resident Mission di Kantor Kemendes, Jakarta, Rabu (6/5/2026). ANTARA/HO-Humas Kem (Antara)
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dan Wakil Menteri Desa (Wamendes) PDT Ahmad Riza Patria menerima audiensi dari ADB Indonesia Resident Mission di Kantor Kemendes, Jakarta, Rabu (6/5/2026). ANTARA/HO-Humas Kem (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengajak Asian Development Bank Indonesia Resident Mission untuk memperkuat kolaborasi dalam program pemberdayaan masyarakat desa dan percepatan pembangunan daerah tertinggal.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan banyak program pembangunan desa yang dapat dikerjakan bersama dengan ADB.

"Kami siap berkolaborasi karena memang banyak program ke desa yang bisa dikolaborasikan dengan ADB," kata Yandri saat menerima audiensi ADB Indonesia Resident Mission di kantor Kemendes PDT di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Yandri menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama sebagaimana tercantum dalam Astacita keenam mengenai pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.

Untuk mendukung agenda tersebut, Kemendes PDT menjalankan 12 Program Aksi Bangun Desa, di antaranya pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa Merah Putih, Desa Tematik, Desa Ekspor, hingga Desa Ketahanan Energi.

"Yang penting, di daerah tertinggal masih ada desa yang perlu kolaborasi untuk percepatan pembangunan," kata mantan Wakil Ketua MPR itu, dikutip dari Antara.

Yandri juga menjelaskan bahwa Kemendes saat ini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga internasional, termasuk Bank Dunia, guna mempercepat pembangunan desa.

Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan ekonomi hijau berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat desa.

Menurut dia, masih banyak desa yang belum tersentuh program pemberdayaan masyarakat sehingga keterlibatan berbagai pihak, termasuk ADB, sangat diperlukan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria menyebutkan bahwa dari total 75.266 desa di Indonesia, sekitar 10.000 desa masih masuk kategori tertinggal.

Desa-desa tersebut, kata dia, masih menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti akses listrik, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Karena itu, Ahmad Riza Patria berharap ADB dapat membantu percepatan peningkatan status desa tertinggal dan sangat tertinggal menjadi desa berkembang maupun desa maju.

"Kami berharap program kolaborasi dengan ADB nantinya bakal bisa berdayakan masyarakat desa agar bisa berkembang dan menyejahterakan," kata dia.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close