Nusantaratv.com-Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berencana membentuk Daerah Kerja Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Daker Armuzna) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah haji Indonesia pada musim haji 2027.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan tim khusus tersebut akan difokuskan untuk menangani pelayanan jamaah di tiga lokasi utama pelaksanaan puncak ibadah haji, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
"Kami akan membentuk Daker khusus yang kami sebut sebagai Daker Armuzna, yakni Daker Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Jadi ada Daker khusus yang melayani jamaah kita di Arafah, Muzdalifah, dan Mina," kata Dahnil Anzar Simanjuntak di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Dahnil, pembentukan Daker Armuzna merupakan salah satu tindak lanjut dari evaluasi awal penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang telah rampung pada Rabu, 1 Juli 2026.
Kehadiran Daker Armuzna nantinya akan melengkapi struktur daerah kerja petugas haji yang selama ini terdiri atas Daker Makkah, Daker Madinah, dan Daker Bandara.
Dalam evaluasi tersebut, Kemenhaj menyoroti sejumlah aspek pelayanan di Arafah, terutama terkait kondisi tenda dan fasilitas toilet yang banyak dikeluhkan jamaah. Sementara itu, pembenahan di Muzdalifah akan difokuskan pada penataan tata tertib serta peningkatan kebersihan.
Selain memperbaiki sarana dan pelayanan, pemerintah juga akan memperkuat edukasi kepada jamaah mengenai pentingnya menjaga kebersihan, menggunakan fasilitas toilet dengan baik, serta mematuhi aturan selama berada di Mina.
"Ke depan kami akan melakukan edukasi yang lebih intens kepada jamaah terkait dengan kebersihan, penggunaan toilet, dan hal-hal lain yang mendukung kenyamanan bersama, termasuk saat berada di Mina," ujarnya.
Dahnil berharap keberadaan Daker Armuzna dapat membuat koordinasi pelayanan di tiga lokasi tersebut menjadi lebih terarah sehingga kebutuhan jamaah selama puncak ibadah haji dapat terpenuhi secara lebih optimal.
Selain pembentukan Daker Armuzna, Kemenhaj juga akan mulai menerapkan program manasik kesehatan bagi calon jamaah pada penyelenggaraan haji 2027 sebagai bagian dari peningkatan kesiapan kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
"Mulai tahun depan, tahun 2027, kami memperkenalkan istilah manasik kesehatan. Jamaah yang akan berangkat pada 2027 akan kami dampingi dan kami asistensi proses manasik kesehatannya supaya dipastikan mereka sehat," kata Dahnil.
Ia menjelaskan kebijakan tersebut juga merupakan hasil evaluasi awal pelaksanaan haji 2026. Evaluasi yang lebih menyeluruh akan dimulai pada akhir pekan ini sebelum dibahas bersama Komisi VIII DPR RI.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut adalah penerapan istitha'ah kesehatan atau kemampuan fisik calon jamaah dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh