Nusantaratv.com — Desakan sejumlah pihak agar Indonesia keluar dari keanggotaan Board of Peace direspons oleh Ketua MUI Bidang Ukhuwah KH Zaitun Rasmin. Ia mengatakan desakan itu perlu disikapi dengan objektif karena serangan AS dan Israel ke Iran sudah terjadi sebelum adanya BoP.
“Kalau mengaitkan dengan BoP, ya rasa-rasanya kita perlu objektif. Sebab, serangan Zionis dan Amerika ke Iran itu sudah terjadi sebelum ada BoP,” kata Ketua MUI Bidang Ukhuwah KH Zaitun Rasmin, dalam sebuah unggahan di akun pribadi Instagramnya, @zaitunrasmin_official, Selasa (3/3).
Menurut dia, BoP belum lama berdiri. Ia justru mempertanyakan apabila Indonesia keluar dari BoP, apa yang akan dilakukan pemerintah untuk dapat membantu warga Gaza di Palestina keluar dari penjajahan Israel.
“Bagi saya, kalau pemerintah kita keluar dari BoP, kira-kira apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah kita untuk benar-benar membantu saudara kita di Gaza, Palestina? Bukankah ini masih ada peluang, apalagi mereka diberi kesempatan,” kata ketua umum Wahdah Islamiyah itu.
Ia mengatakan BoP menjadi wadah yang saat ini paling mungkin untuk membicarakan tentang perdamaian di Gaza dan kemerdekaan Palestina.
“Kalau orang berbicara bahwa itu kemungkinannya kecil (untuk) berhasil. Itu namanya teori kemungkinan. Bisa juga berhasil. Maka, biarlah pemerintah kita bersama 7 negara Islam lainnya, bahkan sudah bertambah jadi beberapa negara Islam, melakukan tugas itu. Dan tugas kita untuk terus berjuang secara maksimal,” papar KH Zaitun.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh berhenti bersuara sampai Palestina merdeka. Sampai Genosida terhenti. Dan itu merupakan tanggung jawab moral yang diamanatkan UUD 1945.
Dia mengajak para tokoh yang menginginkan Indonesia keluar dari BoP untuk menggunakan hati nurani dan berpikir jernih. Menurutnya, penting untuk berusaha objektif dalam menilai.
“Dan di sinilah pentingnya berbagi tugas. Biarlah pemerintah dengan tugasnya. Dan kita dengan tugas kita pula. Ini poin penting. Jadi agar kita tidak mudah terjatuh pada kesalahan menilai. Apalagi nanti menyebabkan perpecahan di antara kita,” kata KH Zaitun.
Ia pun mengingatkan juga jejak sejarah bangsa Indonesia yang selalu membela kemerdekaan Palestina. Negara-negara Islam yang terlibat di dalam BoP pun punya sejarah panjang dalam membela kemerdekaan Palestina.
“Kalau kita hanya menilai yang sekarang. Kita bisa keliru. Ini sejarah panjang. Kata Bung Karno, 'jasmerah'. Jangan lupakan sejarah. Maka supaya kita bisa tetap tidak terprovokasi,” terangnya.
Terpenting, lanjut dia, para pemuka agama atau ulama untuk terus berkomunikasi dengan pemerintah. Berkomunikasi memakai kepala dingin.
“Lalu kita mengambil kesimpulan bersama. Yang lebih maslahat bagi umat. Di mana pun mereka berada,” pungkasnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh