Nusantaratv.com-Setelah bermain imbang pada babak pertama, dua wakil Indonesia di kategori duel match JAPFA Chess Festival 2026, IM Satria Duta Cahaya (elo rating 2412) dan WIM Laysa Latifah (2213) menelan kekalahan babak kedua yang berlangsung di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Satria Duta yang memegang buah hitam menyerah pada langkah ke-43 usai memainkan Pembukaan Italia melawan pecatur Vietnam, IM Khuong Duy Dau (2509). Sementara Laysa yang juga bermain dengan buah hitam dipaksa menyerah di langkah 52 oleh lawannya dari Kazakhstan WGM Xeniya Balabayeva (2384).
Dengan hasil ini, Satria Duta dan Laysa Latifah tertinggal sementara dengan skor 0,5-1,5 dari lawan-lawannya dalam dua babak catur standar yang sudah dimainkan.
"Babak ini harusnya saya posisinya tidak kalah lah, tapi saya mungkin kena karena waktu terdesak dan banyak hal lain, jadinya lama-lama terus kalah. Targetnya ya pasti menang duel match-nya. Di sisa babak mungkin lebih nyerang sih biar coba cari poin berikutnya. Tapi kalau enggak yang klasik enggak bisa menang, ya minimal remis dulu," ungkap Satria Duta usai laga.
Meski kini tertinggal dari lawan, Duta bertekad segera bangkit dan membenahi strategi untuk meraih hasil terbaik di delapan babak tersisa.
Duel Match Japfa Chess Festival ke-16 2026 berlangsung 10 babak dengan rincian 4 babak catur standar, 2 babak catur cepat (rapid) dan 4 babak catur kilat.
Besok, Kamis (3/9), Satria Duta dan Laysa Latifah kembali melanjutkan perjuangannya di babak ke-3 catur standar Duel Match. Sesuai pairing mereka kembali memegang buah putih.
Kekalahan Duta dan Laysa turut mendapat perhatian dari pengamat catur nasional, Kristianus Liem. Menurutnya, secara elo rating Khuong dan Xeniya memang lebih unggul.
Selain itu, kata Kris, faktor inisiatif mandiri, keuletan di papan catur, serta minimnya jam terbang catur klasik di tingkat internasional menjadi faktor penting yang membuat dua wakil Indonesia tertinggal atas lawan-lawannya.
Meski demikian, Kris menyebut peluang Duta dan Laysa untuk mengejar ketertinggalan di sisa turnamen masih sangat terbuka.
"Pecatur kita memiliki keunggulan karakteristik saat bertanding di nomor catur cepat (rapid) dan catur kilat (blitz) karena faktor kebiasaan kompetisi lokal," ujar Kris.
Ia berharap Duta dan Laysa bisa tampil lebih agresif dan memanfaatkan kesempatan memegang buah putih pada babak catur klasik berikutnya sebelum memasuki kategori catur cepat.
Kerasnya persaingan di Japfa Chess Festival 2026 juga terjadi di 14 kategori yang dipertandingkan.
Di kategori Open yang telah menyelesaikan tiga babak dari 9 babak yang direncanakan, ada 11 pecatur yang meraih poin sempurna usai mendapat tiga kemenangan beruntun.
Ke-11 atlet itu secara berurutan adalah NM Marwanto, IM Anjas Novita, IM Gilbert Elroy, Nathanael, FM Fabian Glen Mariano, IM Arif Abdul Hafiz, IM Nayaka Budhidharma, IM Azarya Jodi Setyaki, FM Muhammad Kamalsyah, NM Ahmad Fauzi dan WIM Shafira Devi Herfesa.
Kemudian di kategori Senior Putri pecatur Banten Nafisah Hanun memimpin dengan perolehan 3 poin hasil dari sapu bersih tiga ronde. Ia ditempel ketat oleh tiga pecatur yakni Veronica Jefany Sheryl Kichi Makalew, Zilla Altofun Nisa dan Auliarochmah yang sama-sama mengemas 2,5 poin.
Persaingan sengit juga terjadi di kategori Veteran (55 tahun ke atas). Ada lima pecatur yang sukses membukukan poin sempurna 3 poin yakni FM Johan Gunawan, MN Aris Tls, MN Fikrul Saifuddin, MN Epi Kurniawan dan MN Junaidi Pamungkas. Sedangkan Cerdas Barus yang menjadi satu-satunya pecatur bergelar Grand Master di Japfa Chess Festival 2026 menempati urutan 9 pada klasemen sementara kategori Veteran.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh