Nusantaratv.com-PT PLN Indonesia Power mulai mengintegrasikan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan skema monetisasi karbon di pasar global.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan langkah tersebut diperkuat melalui penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) bersama DevvStream Inc.
Menurut Bernadus, kerja sama tersebut menjadi bagian dari pengembangan solusi energi bersih berbasis solar PV solution dalam portofolio bisnis beyond kWh milik perusahaan.
"Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi PLN IP dalam mengintegrasikan pengembangan PLTS dengan skema monetisasi karbon global," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 8 Mei 2026.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Bernadus Sudarmanta bersama CEO DevvStream Corp Sunny Trinh di Jakarta pada Selasa, 5 Mei 2026.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Bernadus Sudarmanta bersama CEO DevvStream Corp Sunny Trinh di Jakarta pada Selasa, 5 Mei 2026.
PLTS yang dikembangkan dalam proyek ini menggunakan sistem off-grid, yakni pembangkit yang dipakai untuk kebutuhan sendiri tanpa terhubung ke jaringan listrik utama.
Skema tersebut dinilai tetap sejalan dengan ketentuan di sektor lingkungan hidup dan pasar karbon.
Melalui kerja sama itu, PLN Indonesia Power akan menghasilkan sertifikat penurunan emisi atau Verified Emission Reduction (VER) dari proyek-proyek PLTS yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Sertifikat tersebut nantinya akan dipasarkan melalui DevvStream sebagai mitra global.
Bernadus menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan model bisnis yang lebih berkelanjutan.
"Pengembangan solar PV solution berbasis off-grid ini merupakan bagian dari inovasi PLN Indonesia Power dalam menghadirkan solusi energi bersih di sisi operasional sekaligus membuka peluang monetisasi karbon. Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah," ujarnya, dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan konsep beyond kWh yang diusung PLN Indonesia Power tidak hanya berfokus pada penjualan listrik, tetapi juga mencakup layanan energi terintegrasi seperti penyediaan energi terbarukan, pengelolaan emisi karbon, hingga optimalisasi aset energi pelanggan.
Dalam implementasinya, proyek PLTS off-grid tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan energi pelanggan secara mandiri, meningkatkan efisiensi energi, sekaligus membantu mengurangi emisi gas rumah kaca tanpa mengganggu sistem kelistrikan yang sudah ada.
Sementara itu, Sunny Trinh menyebut kolaborasi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan proyek karbon berbasis energi terbarukan dari Indonesia.
"Kami melihat potensi besar dari model solar PV off-grid, yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini merupakan pendekatan inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global," ujarnya.
Selain mendukung agenda dekarbonisasi nasional, kerja sama ini juga mempertegas posisi PLN Indonesia Power sebagai pelopor pengembangan solusi energi berbasis pelanggan di Indonesia.
Ke depan, Bernadus menambahkan PLN Indonesia Power akan terus memperluas implementasi solar PV solution sebagai bagian dari strategi transisi energi, sekaligus memanfaatkan peluang pasar karbon untuk menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh