Nusantaratv.com-Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang akan berlangsung di Cebu, Filipina, pada 7 hingga 8 Mei 2026. Kepastian kehadiran tersebut disampaikan oleh Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, dalam pertemuan media di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
KTT ASEAN kali ini mengusung tema “Navigating Our Future Together” dan menjadi wadah bagi para pemimpin Asia Tenggara untuk membahas arah kawasan di tengah tekanan global. Yvonne menjelaskan bahwa Presiden akan mengikuti sejumlah agenda utama, termasuk sesi pleno dan retret para pemimpin.
“Presiden RI diundang hadir untuk mengikuti sejumlah agenda utama di KTT ini, termasuk ASEAN Plenary dan Retreat Session. Dan fokus utama KTT adalah untuk merespons dampak konflik di Iran-Amerika Serikat, ketahanan energi dan pangan di Asia Tenggara,” ucapnya.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan tersebut. Yvonne menyebutkan bahwa para pemimpin ASEAN akan menekankan respons bersama terhadap dampak konflik tersebut, khususnya terhadap stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan kawasan.
Selain itu, isu ketahanan energi dan pangan di Asia Tenggara juga menjadi perhatian seiring meningkatnya ketidakpastian global. “KTT ini akan menghasilkan sejumlah outcome documents (dokumen hasil) terkait berbagai isu,” ujar Yvonne.
Dalam forum tersebut, Indonesia akan menyoroti pentingnya menjaga kekompakan kawasan. Pemerintah menilai bahwa persatuan dan sinergi antarnegara ASEAN merupakan kunci dalam menghadapi dinamika geopolitik yang semakin kompleks.
“Dalam KTT ini Indonesia akan menggaungkan pesan utama, khususnya terkait persatuan dan juga sinergi ASEAN di tengah tantangan geopolitik saat ini,” kata Yvonne.
Menjelang KTT tingkat kepala negara, ASEAN juga akan menyelenggarakan sejumlah pertemuan tingkat menteri luar negeri pada 7 Mei 2026. Agenda ini meliputi ASEAN Foreign Ministers’ Meeting, ASEAN Political-Security Community Council Meeting, ASEAN Coordinating Council Meeting, serta ASEAN Joint Foreign and Economic Ministers’ Meeting.
"Rangkaian pertemuan di tingkat Menlu akan dilakukan sehari sebelumnya, termasuk berbagai forum penting di pilar politik-keamanan dan koordinasi ASEAN,” ujar Yvonne menambahkan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh