Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada sejumlah penerima manfaat dari berbagai profesi dalam acara Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan senilai Rp880 miliar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026.
Prosesi penyerahan diawali dengan pemberian kunci kepada para penerima program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Para penerima berasal dari beragam latar belakang pekerjaan sebagai representasi masyarakat yang memperoleh manfaat program tersebut.
Di antaranya adalah Dwi Suryanto yang bekerja sebagai pelaku usaha bengkel, Jofam Firdaus yang berprofesi sebagai pengemudi ojek daring, Nilam Cahya Ayuku Sumawati yang merupakan seorang buruh, serta Nur Suciana yang bekerja sebagai guru taman kanak-kanak.
Penyerahan kunci secara simbolis tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa akad massal bagi 62.000 rumah subsidi merupakan bagian dari program pembangunan 3 juta rumah yang ditujukan untuk memperluas kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Akad massal digelar hybrid melibatkan 62.000 debitur, terdiri atas 200 debitur yang hadir langsung di Batam, dan 61.800 debitur mengikuti secara daring dari 36 provinsi,” kata Prasetyo.
Prasetyo menyebut kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan ketiga akad massal KPR FLPP. Sebelumnya, kegiatan serupa telah diselenggarakan di Cileungsi pada 29 September 2025 dan di Serang pada 20 Desember 2025.
“Kegiatan akad massal menjadi penanda bahwa rumah-rumah yang dibangun telah siap dimiliki dan dihuni masyarakat,” ujar Prasetyo.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga Juli 2026, realisasi penyaluran kredit perumahan melalui skema FLPP telah menjangkau 107.410 penerima dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah dengan tingkat keterhunian mencapai 93,35 persen.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh