Nusantaratv.com - Detik-detik banjir bandang pada akhir November lalu masih membekas di ingatan Siti Rahma.
Kala itu, warga Kampung Sukajadi, Kabupaten Aceh Tamiang tersebut masih tinggal di sebuah hunian yang nyaman di sisi sungai. Meluapnya air dan naik-turunnya permukaan sungai sudah lumrah dia rasakan sehari-hari.
Firasat serupa kembali dia rasakan sesaat sebelum bencana terjadi. Awalnya, Siti mengira luapan air sungai yang terjadi saat itu hanya bersifat sementara, seperti kejadian-kejadian sebelumnya. Namun, air ternyata tak kunjung surut. Air sungai kian meninggi, dan pada akhirnya mengubah hidupnya 180 derajat.
"Saat malam tiba, rumah kita sudah tersapu banjir. Rumah kami sudah tidak ada lagi," ujar Siti, Jumat (9/1/2026).
Situasi mencekam itu memaksa Siti dan keluarganya mengungsi ke Posko Pengungsian Jembatan Kuala Simpang. Selama sebulan, mereka bertahan dalam keterbatasan, dengan satu harapan sederhana yakni bisa kembali memiliki tempat untuk berkumpul bersama keluarga.
Untungnya, harapan Siti akhirnya terwujud. Pada Kamis (8/1/2026), Siti dan keluarganya telah beranjak dari posko pengungsian dan berpindah menempati hunian sementara (huntara) yang jauh lebih layak.
Bagi Siti, hari itu menjadi salah satu momen paling membahagiakan sejak bencana terjadi. Dia tak henti mengucap syukur atas tempat berteduh yang kini bisa dia sebut rumah, meski bersifat sementara.
"Kami Alhamdulilah, senang sekali karena dapat rumah hunian sementara dari bapak Presiden," ungkapnya.
Siti adalah salah satu penghuni 600 hunian sementara yang telah dibangun Danantara Indonesia bersama BUMN Karya.
Hunian sementara ini jauh dari kesan darurat. Setiap unit dirancang fungsional dengan satu pintu dan satu jendela untuk sirkulasi udara. Di dalamnya sudah tersedia dua tempat tidur, lemari, kipas angin, hingga meja makan.
Akses jalan antarblok dilapisi rumput buatan yang menambah kesan asri, lengkap dengan pot tanaman penghijauan di setiap pintu.
Kegembiraan dan rasa syukur tak hanya terucap dari mulut Siti. Yati, warga lainnya, juga ikut memanjatkan syukur karena bisa kembali berteduh di tempat yang nyaman.
"Alhamdulilah, kami senang sekali karena bisa berteduh sama keluarga," ujar Yati.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh