Nusantaratv.com - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Tapanuli Selatan tidak hanya menghancurkan rumah serta lingkungan warga, tetapi juga meninggalkan luka psikologis mendalam, khususnya bagi perempuan dan anak-anak.
Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) turun langsung memberikan pendampingan psikososial kepada para korban bencana di Dusun Pengkolan, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Sabtu, 4 Januari 2026.
Jurnalis Nusantara TV Emir Hamzah dan Indarmawan Hadede mengikuti langsung rangkaian kegiatan Menteri PPPA di wilayah Langkat dan Tapanuli Selatan.
Pendampingan dilakukan di posko pengungsian yang telah ditempati warga selama lebih dari satu bulan sejak bencana terjadi pada 25 November 2025.
Kehadiran Menteri PPPA Arifah Fauzi di tengah para pengungsi menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung pemulihan mental dan emosional kelompok rentan, terutama menjelang dimulainya kembali kegiatan sekolah pada 5 Januari 2026.
Bencana di Tapanuli Selatan tercatat berdampak pada 13 dari 15 kecamatan dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Di Dusun Pengkolan, Desa Luat Lombang, sebanyak 115 kepala keluarga atau 369 jiwa masih bertahan di pengungsian.
Dari total pengungsi tersebut, terdapat 119 anak yang terdiri dari 33 balita, 48 siswa sekolah dasar, 22 siswa sekolah menengah pertama, 16 siswa sekolah menengah atas, serta enam mahasiswa. Selain itu, terdapat enam ibu hamil dan sejumlah lanjut usia yang memerlukan perhatian khusus.
Dalam kunjungannya, Menteri PPPA meninjau langsung kondisi pengungsian, menyapa para ibu dan anak-anak, serta memastikan layanan pendampingan psikososial berjalan optimal.
Anak-anak diajak bermain dan berinteraksi untuk membantu meredakan trauma pascabencana, sementara para orang tua diberikan ruang dialog untuk menyampaikan keluhan serta kebutuhan selama berada di pengungsian.
Selain pendampingan psikososial, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi anak-anak pengungsi. Bantuan ini diharapkan dapat membantu proses adaptasi mereka saat kembali ke bangku sekolah, sekaligus menumbuhkan kembali semangat belajar dan rasa aman setelah mengalami bencana.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu dan Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatra Utara Dwi Endah Purwanti, Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB Nelwan Harahap, perwakilan Muslimat NU, serta unsur Forkopimda setempat.
Melalui sinergi lintas sektor ini, pemerintah menegaskan komitmennya bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan psikologis dan sosial masyarakat.
Pendampingan berkelanjutan bagi perempuan dan anak-anak diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan serta memperkuat ketahanan mereka menghadapi risiko bencana di masa mendatang.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh