Menko AHY: 2.500 Desa Masih Terisolasi dari Jaringan Internet

Menko AHY: 2.500 Desa Masih Terisolasi dari Jaringan Internet

Nusantaratv.com - 25 September 2026

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di Jakarta, Kamis (24/9/2026). (Antara)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di Jakarta, Kamis (24/9/2026). (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat 2.500 desa di Indonesia yang belum menikmati akses internet.

Kondisi tersebut disampaikan AHY dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di Jakarta, Kamis (24/9). Di hadapan para peserta, ia membeberkan realitas lapangan yang masih jauh dari kata merata.

“Ada kurang lebih sekitar 2.500 desa yang belum terhubung dengan internet. Jangankan internet, ada sebagian daerah kita yang masih belum terhubung dengan listrik dan telekomunikasi mendasar,” ujarnya.

Situasi itu semakin diperkuat oleh pengalamannya saat berkunjung ke Papua untuk berkoordinasi langsung dengan para pemimpin se-Papua Raya yang meliputi enam provinsi, 40 kabupaten, dan dua kota. Dalam pertemuan tersebut, para kepala daerah menyampaikan berbagai aspirasi mendesak terkait kebutuhan infrastruktur dasar.

Kebutuhan itu mencakup aliran listrik, pasokan air bersih, perumahan layak huni, hingga pembukaan akses jalan darat yang mampu menembus kawasan pegunungan maupun pesisir pantai. Perluasan akses darat ini, lanjutnya, juga harus diperkuat dengan jaringan transportasi maritim.

Berangkat dari berbagai persoalan tersebut, pemerintah berkomitmen memastikan agar infrastruktur yang dibangun mampu menghubungkan manusia antarempat wilayah, termasuk pasar dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, secara terintegrasi.

“Kita semua menyadari bahwa ekonomi bisa tumbuh jika ditopang oleh infrastruktur yang memadai,” ucap AHY, dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa sektor infrastruktur dan pembangunan kewilayahan memegang peranan strategis dalam membukan pintu peluang ekonomi baru yang didorong oleh kemajuan ekonomi digital. Kendati demikian, digitalisasi dipandang sebatas pintu masuk semata. Tujuan akhir yang hakiki dari transformasi digital ini tetaplah menghadirkan kemakmuran serta kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat.

“Jadi, setelah digitalisasi dilakukan integrasi sistem, data, informasi, akhirnya menghadirkan efisiensi dan ini bisa tembus ke seluruh wilayah Indonesia. Produktivitas akan naik, competitiveness juga akan dibangun. Daya saing ini baik bagi orang per orang, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), dan juga industri akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, sekaligus kesejahteraan yang semakin merata. Jadi inilah yang harus kita bangun,” pungkas Menko IPK.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close